Skip to main content
Corporate Storytelling and Brand Film - Indonesia
Branding · Corporate Identity · BMW · XPENG · IFW

Branding and Identity Agency Indonesia - Asia-First Creative Intelligence

A brand identity built for Asian markets requires more than translating a Western design system.

There's a meaningful difference between a corporate video and a corporate story. Most companies have made one. Very few have done the other.

5+Years Active
100+Projects Done
50+Active Clients
100%In-House Team

Case Study

Branding and Identity Agency Indonesia - Asia-First Creative Intelligence

A brand identity built for Asian markets requires more than translating a Western design system.

Corporate Storytelling and Brand Film - Indonesia

Advantages

WHY CHOOSE US

Brand Discovery and Strategy

Stakeholder workshops that surface authentic brand truth before a single design decision is made.

Logo Design and Colour System

Three distinct concepts with rationale and applied mockups. Colour systems built with Asian market associations specifically reviewed.

Brand Voice and Tone

Documented vocabulary, tone ranges, and example copy ensuring brand communication is as consistent as visual identity.

Social Media Templates and Motion Identity

Template systems for in-house teams and motion identity guidelines for any future production partner.

How We Work

WORKFLOW

Discovery

We study your business, audience, and goals in depth before a single piece of content is created.

Strategy

Creative brief, content calendar, and KPIs are set - clear direction before execution.

Production

Execution to high production standards with strict quality control at every stage.

Deliver & Grow

Content goes live, performance is monitored, transparent reporting, and iteration based on data.

What You Get

DELIVERABLES

01

Brand discovery workshop documentation

02

Three logo concepts with rationale and applied mockups

03

Colour system with full values (HEX, RGB, CMYK, Pantone)

04

Brand guidelines document (15-60 pages depending on tier)

05

Social media template systems in Figma and Adobe formats

Investment

TRANSPARENT PRICING

Essential

$16,000Special Price
from $8,000/ project

2-3 minute company profile video with one shoot day and complete post-production.

  • Video 2-3 min (4K master)
  • 1 shoot day (1-2 locations)
  • Talking head + B-roll coverage
  • Cinematic color grading
  • Voice over + sound design
  • 60-90 sec cutdown for social media
Free Consultation
Most Popular

Cinematic

$40,000Special Price
from $20,000/ project

Premium production with drone, multiple locations, integrated corporate photography, and deep narrative.

  • Video 3-5 min (4K master)
  • 2-3 shoot days, multi-location
  • Drone aerial + gimbal coverage
  • Corporate photography (team, office, ops)
  • Scriptwriting + storyboard
  • Motion graphics & lower-thirds
  • ID + EN subtitles
Free Consultation

Enterprise / Rebrand

from $40,000/ project

For companies needing large-scale visual campaigns, multi-video series, or full rebranding.

  • Master brand film 5-7 min
  • Multi-day, multi-division shoot
  • Video series per division / product
  • Animation & VFX (optional)
  • Slide deck + brand messaging framework
  • Dedicated project manager & creative director
Discuss Requirements

Complete Guide

Corporate Storytelling and Brand Film - Indonesia: Strategy, Benefits & How to Choose the Right Agency

asa Video Company Profile Jakarta untuk Perusahaan yang Dinilai Sebelum Sempat Bicara

Ada satu momen yang hampir tidak pernah masuk hitungan dalam siklus penjualan: beberapa menit ketika calon klien korporat, investor, atau kandidat senior membuka link profil perusahaan kamu sendirian. Kamu tidak ada di ruangan itu. Tidak ada yang bisa meluruskan kesan yang salah atau menambahkan cerita di balik satu slide. Yang bekerja cuma materi yang sudah kamu kirim, dan sering kali kesan yang terbentuk di situ sudah final sebelum meeting pertama dijadwalkan.

Jasa video company profile Jakarta yang dikerjakan dengan benar bertugas mengisi kekosongan itu. Bukan dengan menampilkan daftar layanan yang bisa dibaca siapa saja di website, tapi dengan membangun kesan tentang bagaimana perusahaan ini bekerja, seberapa serius standarnya, dan kenapa orang di dalamnya layak dipercaya memegang proyek besar. Video profil perusahaan yang bagus melakukan pekerjaan yang biasanya butuh tiga kali pertemuan untuk dicapai.

Tim produksi Sagara Ruang mengerjakan corporate film dan corporate storytelling dari studio in-house di Gading Serpong, melayani klien di Jakarta dan sekitarnya. Portofolio kami banyak berputar di segmen yang toleransi kesalahannya rendah: XPENG, BMW Eurokars, MINI Eurokars, Porsche, Porsche Club Indonesia, Mondial, Gatsby, Pixy, dan Ecotown. Segmen itu melatih satu kebiasaan yang terbawa ke semua proyek company profile kami, yaitu asumsi bahwa penonton pertama materi ini adalah orang yang paling kritis di ruangan.

Kenapa Kebanyakan Video Profil Perusahaan Terasa Kosong

Kalau kamu pernah menonton sepuluh video company profile berturut-turut, kamu akan menyadari pola yang sama: drone shot gedung kantor, pintu kaca yang terbuka, orang berjabat tangan di lobi, montase rapat dengan laptop terbuka, lalu voice over yang menyebut kata komitmen, integritas, dan sinergi. Secara teknis semuanya benar. Secara komersial semuanya gagal, karena tidak ada satu detik pun yang tidak bisa dipakai oleh perusahaan lain di industri yang sama.

Akar masalahnya bukan di peralatan. Kamera dan lensa sudah lama bukan pembatas. Masalahnya ada di tahap sebelum kamera keluar dari tas, yaitu ketika seseorang harus memutuskan argumen apa yang sedang dibangun video ini. Perusahaan logistik yang bangga pada ketepatan waktu butuh video yang terasa presisi dan terkontrol. Perusahaan manufaktur yang menjual konsistensi mutu butuh video yang menunjukkan proses, bukan produk jadi. Startup teknologi yang sedang menggalang pendanaan butuh video yang membuat investor percaya pada tim, karena di tahap awal tim adalah aset yang paling nyata. Tiga kebutuhan itu menghasilkan tiga film yang sangat berbeda, dan tidak ada template yang bisa melayani ketiganya sekaligus.

Ada juga kesalahan yang lebih halus, yaitu memperlakukan company profile sebagai dokumen internal yang kebetulan divideokan. Struktur organisasi, sejarah dari tahun berdiri, daftar penghargaan, sambutan direktur yang panjang. Informasi itu benar, tapi bukan itu yang dicari penonton eksternal. Mereka sedang mencari jawaban atas satu pertanyaan: kalau saya menyerahkan sesuatu yang penting ke perusahaan ini, apakah saya akan menyesal. Materi yang tidak menjawab pertanyaan itu akan ditonton dengan sopan lalu dilupakan.

Corporate storytelling menyelesaikan masalah tersebut dengan memilih satu argumen utama, lalu menyusun seluruh visual, urutan wawancara, dan ritme editing untuk mendukung argumen itu. Sisanya dibuang, atau dipindahkan ke materi lain yang lebih cocok seperti slide deck atau halaman website. Video yang mencoba mengatakan segalanya akhirnya tidak mengatakan apa-apa.

Scope Layanan: Apa yang Kami Kerjakan dalam Proyek Company Profile

Discovery dan penyusunan narasi

Setiap proyek dimulai dari sesi bersama pemilik kepentingan utama, biasanya founder, direktur, atau kepala pemasaran. Yang kami gali bukan sekadar profil perusahaan, tapi hal-hal yang biasanya tidak masuk brosur: keputusan sulit yang pernah diambil, alasan klien terbesar memilih mereka dibanding kompetitor, hal yang paling sering disalahpahami orang luar tentang bisnis ini. Bahan seperti itu yang membuat naskah terdengar seperti perusahaan tertentu, bukan perusahaan pada umumnya. Dari sesi ini keluar messaging framework yang dipakai sebagai acuan semua materi turunan.

Corporate film utama

Ini aset inti yang dipakai di homepage, presentasi, dan pengiriman ke pihak ketiga. Formatnya bisa berbasis wawancara eksekutif dengan B-roll pendukung, bisa juga sepenuhnya visual dengan voice over kalau narasumbernya tidak nyaman di depan kamera. Kami merekam dengan kamera cinema, lensa prime, dan lighting yang dikontrol supaya tampilan tetap konsisten dari satu ruangan ke ruangan berikutnya. Wawancara direkam dengan audio lavalier dan shotgun sekaligus, karena suara yang buruk merusak kredibilitas lebih cepat daripada gambar yang biasa saja.

Versi pendek dan cutdown per kanal

Satu produksi menghasilkan lebih dari satu aset. Dari materi yang sama kami menyiapkan teaser vertikal untuk media sosial, versi pendek untuk cold outreach dan LinkedIn, serta potongan tanpa narasi yang bisa diputar sebagai loop di booth pameran atau layar resepsionis. Ini keputusan yang diambil di tahap perencanaan, bukan di akhir editing, karena pengambilan gambar untuk format vertikal butuh komposisi yang disiapkan sejak di lokasi.

Corporate photography di sesi yang sama

Kalau tim dan lokasi sudah disiapkan, sayang kalau hasilnya cuma video. Fotografer kami bekerja paralel dengan kru video di hari yang sama untuk menghasilkan portrait manajemen, foto tim, dokumentasi fasilitas, dan foto operasional. Keuntungannya bukan cuma efisiensi biaya, tapi konsistensi visual: warna, arah cahaya, dan gaya yang sama antara foto di website dengan video di halaman yang sama.

Motion graphics dan visualisasi data

Perusahaan yang punya angka kuat, cakupan wilayah luas, atau proses yang kompleks sering lebih terbantu oleh animasi daripada rekaman. Peta jaringan distribusi, alur produksi, atau perbandingan kapasitas jauh lebih mudah dipahami dalam bentuk grafis bergerak. Kami mengerjakan ini di tim yang sama, jadi gaya animasinya menyatu dengan gaya filmnya.

Slide deck dan materi turunan

Video jarang berdiri sendiri di meja negosiasi. Deck presentasi yang memakai bahasa visual dan pesan yang sama dengan video membuat seluruh materi terasa berasal dari satu perusahaan yang tertata, sekaligus membuat tim penjualan tidak perlu mengarang narasi sendiri di tiap pertemuan.

Studi Kasus: Bekerja untuk Brand yang Tidak Memberi Ruang Salah

BMW Eurokars dan MINI Eurokars

Brand otomotif global datang dengan panduan visual yang sangat rinci: warna yang sudah ditentukan, tipografi yang tidak bisa diganti, aturan penempatan logo, bahkan preferensi soal bagaimana kendaraan boleh dan tidak boleh ditampilkan. Tantangan kerja di sini bukan soal ide kreatif yang bebas, tapi soal menghasilkan materi yang terasa hidup di dalam batasan yang ketat, sekaligus relevan untuk audiens Indonesia yang selera visualnya tidak identik dengan pasar Eropa.

Pendekatan kami adalah memindahkan sebanyak mungkin keputusan ke tahap pra-produksi.

Pendekatan kami adalah memindahkan sebanyak mungkin keputusan ke tahap pra-produksi. Shot list, referensi, dan treatment disusun rinci sebelum hari syuting, lalu direview internal dengan standar yang kami anggap setara dengan standar principal. Konsekuensinya, hari syuting berjalan seperti eksekusi rencana, bukan sesi eksplorasi. Untuk klien dengan proses persetujuan berlapis, kebiasaan ini yang menghemat paling banyak waktu.

XPENG

XPENG masuk ke Indonesia sebagai nama yang belum dikenal luas. Berbeda dari brand mapan yang tinggal memperkuat persepsi yang sudah ada, materi untuk brand baru harus membangun kredibilitas dari nol sambil tetap terasa mudah didekati oleh calon pembeli yang belum familiar dengan kendaraan listrik.

Pendekatan yang kami ambil adalah menonjolkan bukti yang bisa dilihat mata: kualitas material, detail perakitan, cara teknologinya bekerja dalam pemakaian nyata. Untuk brand yang belum punya rekam jejak lokal, visual yang menunjukkan lebih meyakinkan daripada klaim yang mengatakan. Konsistensi jadi kunci di sini, karena identitas visual brand baru masih rapuh dan gampang goyah kalau tiap materi digarap dengan gaya berbeda.

Porsche dan Porsche Club Indonesia

Segmen ini menarik karena penontonnya bukan orang awam. Komunitas pemilik mengenal produknya jauh lebih dalam daripada rata-rata orang, dan mereka langsung menyadari kalau ada yang digarap asal-asalan. Tantangannya adalah memproduksi materi yang tetap layak untuk audiens seteliti itu, dalam kondisi lapangan yang sering tidak ideal seperti acara komunitas berjadwal padat dengan pencahayaan yang tidak bisa diatur.

Yang kami andalkan di situasi begitu adalah persiapan kru dan disiplin teknis: pembagian peran yang jelas, backup audio, dan kesepakatan sejak awal tentang momen mana yang wajib dapat. Tidak ada kesempatan mengulang di acara yang berjalan sekali.

Mondial, Gatsby, Pixy, dan Ecotown

Di luar otomotif, karakter kebutuhannya berbeda lagi. Brand konsumen butuh materi yang terasa dekat dengan keseharian audiensnya, sementara pengembang properti butuh materi yang menyampaikan skala dan kualitas lingkungan. Yang menyatukan semuanya proses yang sama: satu argumen utama ditentukan di awal, lalu semua keputusan produksi tunduk pada argumen itu.

Proses Kerja: Dari Percakapan Pertama sampai File Final

Tahap 1: Discovery dan penentuan sudut pandang

Sesi ini biasanya berlangsung satu sampai dua kali, melibatkan orang yang benar-benar memegang arah perusahaan. Output tahap ini adalah kesepakatan tentang siapa penonton utama, keputusan apa yang kami ingin mereka ambil setelah menonton, dan argumen apa yang akan dibangun. Tanpa kesepakatan ini, revisi di tahap akhir hampir pasti melebar ke mana-mana.

Tahap 2: Naskah, treatment, dan storyboard

Kami menyusun naskah lengkap dengan arah visual per bagian, daftar narasumber, dan storyboard untuk adegan kunci. Kamu mereview di tahap ini, ketika mengubah sesuatu masih murah. Perubahan struktur cerita setelah syuting selesai adalah jenis revisi paling mahal yang ada di industri ini.

Tahap 3: Recce lokasi dan persiapan produksi

Tim mengunjungi atau meninjau lokasi untuk memeriksa hal yang tidak kelihatan di foto: sumber listrik, tingkat kebisingan, arah cahaya di jam tertentu, area yang tidak boleh direkam karena alasan keamanan atau kerahasiaan. Dari sini disusun call sheet, jadwal per jam, dan daftar kebutuhan dari pihak klien seperti akses, pendamping, dan ketersediaan narasumber.

Tahap 4: Hari produksi

Kru datang lengkap dengan kamera, lighting, audio, stabilizer, dan drone kalau lokasinya memungkinkan. Kami menjalankan hari syuting dengan jadwal yang sudah disepakati supaya gangguan terhadap operasional kantor atau pabrik seminimal mungkin. Wawancara eksekutif biasanya dijadwalkan di jam yang paling tidak menabrak agenda mereka, dan kami menyiapkan pertanyaan pemanasan supaya narasumber yang tidak terbiasa di depan kamera bisa lebih rileks.

Tahap 5: Pasca produksi

Editing, color grading, sound design, voice over, dan motion graphics dikerjakan tim yang sama yang ikut di lapangan. Draft pertama dikirim untuk review, feedback dikumpulkan dalam satu putaran terstruktur, lalu revisi diimplementasikan. Kami lebih memilih feedback yang sudah dikonsolidasikan dari semua pemangku kepentingan sekaligus, karena masukan yang datang berjenjang sering saling bertentangan.

Tahap 6: Delivery

File final diserahkan dalam format yang sudah disepakati: master resolusi tinggi, versi ringan untuk web, cutdown per kanal, dan aset foto siap pakai maupun resolusi penuh. Kalau kamu butuh versi bahasa lain, ini tahap ketika versi tersebut disiapkan dari master yang sama.

Apa yang Sebenarnya Menggerakkan Biaya Produksi

Pertanyaan tentang biaya selalu muncul lebih awal daripada informasi yang dibutuhkan untuk menjawabnya. Yang lebih berguna daripada angka tunggal adalah memahami variabel mana yang benar-benar menggerakkan biaya, supaya kamu bisa mengatur ruang lingkup sesuai prioritas.

Jumlah hari syuting adalah faktor terbesar. Satu hari di satu lokasi jauh berbeda dari tiga hari di tiga kota, karena setiap perpindahan membawa biaya perjalanan, akomodasi kru, dan waktu setup ulang. Kalau anggaran terbatas, memadatkan pengambilan gambar di satu atau dua lokasi yang paling representatif biasanya memberi hasil lebih baik daripada menyebar tipis ke banyak tempat.

Ukuran kru mengikuti kompleksitas adegan. Wawancara dan B-roll operasional bisa dikerjakan tim ramping. Adegan dengan banyak talent, pergerakan kamera yang rumit, atau kebutuhan lighting skala besar butuh kru tambahan dan peralatan yang lebih berat.

Kebutuhan talent juga berpengaruh. Memakai karyawan sendiri sebagai figuran terasa lebih otentik, tapi butuh waktu pengarahan lebih lama. Talent profesional lebih cepat dan lebih terkontrol, dengan konsekuensi biaya casting dan honor.

Intensitas pasca produksi sering diremehkan. Editing lurus dengan color grading standar berbeda jauh dari film yang butuh motion graphics kompleks, visualisasi data, atau elemen tiga dimensi. Tambahan ini kadang bernilai tinggi untuk perusahaan yang produknya sulit direkam langsung, tapi harus diputuskan sadar sejak awal.

Terakhir, jumlah versi turunan. Menambah beberapa cutdown dari materi yang sudah ada relatif efisien. Yang mahal adalah menyadari di kemudian hari bahwa kamu butuh format yang gambarnya tidak pernah diambil. Ini alasan kenapa daftar kebutuhan kanal sebaiknya ditentukan sebelum kamera dinyalakan.

Peralatan dan Perangkat Lunak yang Kami Pakai

Kamera dan lensa: kamera cinema Sony FX series untuk pengambilan utama, didukung bodi mirrorless Sony Alpha untuk unit kedua dan kebutuhan foto. Lensa prime dipakai untuk wawancara dan detail, lensa zoom untuk situasi lapangan yang berubah cepat.

Lighting: kit lighting untuk interior kantor dan area produksi, ditambah panel LED portabel untuk lokasi yang aksesnya terbatas. Untuk wawancara eksekutif, penataan cahaya disiapkan agar konsisten antar narasumber sehingga hasil akhirnya tidak terasa loncat.

Audio: mikrofon lavalier dan shotgun dipakai bersamaan sebagai cadangan satu sama lain, dengan perekaman terpisah dari kamera. Audio wawancara tidak bisa diperbaiki di pasca produksi kalau sumbernya sudah rusak.

Stabilisasi dan aerial: gimbal DJI untuk pergerakan halus di dalam ruangan dan area operasional, drone untuk memperlihatkan skala fasilitas jika perizinan lokasi memungkinkan.

Pasca produksi: Adobe Premiere Pro untuk editing, DaVinci Resolve untuk color grading, Adobe After Effects untuk motion graphics dan visualisasi data, Adobe Audition untuk sound design dan mixing, serta Adobe Lightroom dan Photoshop untuk seluruh materi corporate photography.

FAQ: Jasa Video Perusahaan Jakarta

Bagaimana kalau direksi kami tidak nyaman berbicara di depan kamera?

Ini situasi yang sangat umum dan ada beberapa cara menanganinya. Kami bisa mengubah format wawancara menjadi percakapan santai di luar kamera lalu mengambil kutipan terbaiknya, memakai voice over profesional dengan naskah yang tetap berasal dari wawancara asli, atau menyusun film yang sepenuhnya visual tanpa talking head. Keputusan ini sebaiknya diambil di tahap naskah, bukan di hari syuting.

Apakah syuting akan mengganggu operasional kantor atau pabrik kami?

Kami menyusun jadwal per jam berdasarkan hasil recce dan mengatur urutan pengambilan gambar agar mengikuti ritme kerja kamu, bukan sebaliknya. Untuk area yang sensitif seperti lini produksi atau ruang server, kami butuh pendamping dari pihak kamu dan kesepakatan tertulis tentang apa yang boleh dan tidak boleh masuk frame.

Bisakah syuting dilakukan di beberapa kota atau di fasilitas luar Jakarta?

Bisa, dan cukup sering kami kerjakan untuk klien dengan pabrik atau cabang di luar Jabodetabek. Yang perlu diperhatikan efisiensi rute dan pemadatan jadwal, karena hari perjalanan tetap terhitung hari kerja kru.

Siapa yang memegang hak atas video dan file mentahnya?

Setelah pelunasan, hak penggunaan atas hasil akhir sepenuhnya ada di kamu tanpa batasan kanal. File mentah bisa diserahkan jika diminta sejak awal, karena arsip mentah butuh penyiapan media penyimpanan tersendiri. Kami menyimpan hak menampilkan karya di portofolio kecuali ada perjanjian kerahasiaan yang melarangnya.

Perusahaan kami punya panduan brand yang ketat dari principal global. Apakah itu masalah?

Tidak. Justru itu jenis proyek yang paling sering kami kerjakan. Kami terbiasa bekerja di dalam panduan warna, tipografi, dan aturan penempatan logo yang tidak bisa diinterpretasi bebas, termasuk melalui proses persetujuan berlapis yang mengharuskan submisi pertama sudah rapi.

Apakah videonya bisa diperbarui tahun depan tanpa produksi ulang dari nol?

Bisa, kalau strukturnya dirancang untuk itu sejak awal. Kami biasa menyusun film dengan bagian yang mudah diganti seperti angka pencapaian, nama proyek, atau daftar klien, sehingga pembaruan cukup menyentuh bagian tersebut. Menyimpan proyek editing dan aset grafis dalam kondisi tertata membuat pembaruan berikutnya jauh lebih murah daripada memulai lagi.

Apakah corporate photography benar-benar bisa dikerjakan di hari yang sama?

Ya, dan kami menyarankannya. Fotografer bekerja paralel dengan kru video sepanjang hari produksi. Selain hemat waktu tim kamu, hasilnya lebih konsisten karena penataan cahaya, wardrobe, dan kondisi lokasi persis sama.

Mulai dari Percakapan, Bukan dari Kamera

Company profile adalah salah satu dari sedikit aset pemasaran yang dipakai di hampir semua momen penting: pengajuan tender, pertemuan investor, pameran industri, proses rekrutmen posisi senior, sampai perkenalan dengan calon mitra internasional. Karena dipakai di banyak tempat, kualitasnya berlipat dampaknya. Materi yang meyakinkan bekerja diam-diam untuk kamu berkali-kali. Materi yang biasa saja juga bekerja berkali-kali, tapi ke arah yang berlawanan.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan produksi video profil perusahaan, hal paling berguna yang bisa dilakukan sekarang bukan meminta penawaran, melainkan memperjelas satu hal: siapa penonton yang paling ingin kamu yakinkan, dan keputusan apa yang kamu harapkan mereka ambil setelah menonton. Jawaban atas dua pertanyaan itu menentukan hampir semua keputusan produksi berikutnya.

Lihat halaman portofolio kami untuk contoh kerja yang sudah tayang, atau hubungi tim Sagara Ruang untuk mendiskusikan konteks perusahaan kamu. Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat, dan dari sana kami bisa menyusun rekomendasi format serta ruang lingkup yang sesuai dengan tujuan kamu.

Free Consultation

Ready to start? Sagara Ruang offers a free consultation to help you determine the best strategy. No commitment needed - just tell us about your business and we'll map out a realistic first step.

Consult now

FAQ

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

What is the difference between a logo and a brand system?+

A logo is a mark. A brand system is the complete set of rules and assets ensuring every brand expression - from a business card to a social story - looks like it came from the same place.

How long does a branding project take?+

Logo & Identity: 6-8 weeks. Full Brand System: 10-14 weeks. Brand Evolution: 16-24 weeks.

Do you work with international clients?+

Yes. Discovery workshops can run remotely. Asset delivery is digital. USD invoicing via Wise or Payoneer.

Can you evolve an existing brand without replacing it?+

Yes. Brand Evolution is a distinct tier covering audit, equity analysis, and a phased evolution plan that modernises without erasing.

Siap Mulai

Let's Get Started

Tell us your vision. Sagara Ruang will prepare a strategy and proposal tailored to your business needs.

Start the Conversation