Skip to main content
Company Profile & Corporate Storytelling
Corporate Films · XPENG · BMW Eurokars

Jasa Video Company Profile & Corporate Storytelling Jakarta

Cerita perusahaan dalam bahasa visual yang diingat investor, klien, dan kandidat - sinematik, bukan template.

Klien baru, investor, atau partner bisnis akan selalu menilai perusahaan kamu dari kesan pertama. Video company profile dan materi corporate storytelling yang kuat bukan sekadar konten - ini adalah argumen visual yang membangun kepercayaan sebelum meeting pertama dimulai.

5+Tahun Berkarya
100+Proyek Selesai
50+Klien Aktif
100%Tim In-House

Studi Kasus

Jasa Video Company Profile & Corporate Storytelling Jakarta

Cerita perusahaan dalam bahasa visual yang diingat investor, klien, dan kandidat - sinematik, bukan template.

Company Profile & Corporate Storytelling

Keunggulan

KENAPA PILIH KAMI

Narasi yang meyakinkan

Kami tidak hanya memfilmkan profil perusahaan. Kami mengangkat cerita, nilai, dan keunggulan kamu dalam narasi yang relevan untuk audiens yang tepat.

Kualitas sinematik

Produksi dengan kamera profesional, lighting yang dikontrol, dan color grading yang konsisten - output yang layak tayang di semua platform.

Fleksibel untuk berbagai kebutuhan

Video company profile untuk website, presentasi investor, pameran, atau media sosial - kami sesuaikan durasi, tone, dan format dengan tujuan penggunaan.

Corporate photography terintegrasi

Dalam satu sesi produksi, kami dapat menghasilkan materi foto korporat yang konsisten: foto tim, foto kantor, foto produk, dan materi PR.

Cara Kami Bekerja

PROSES KERJA

Discovery

Kami pelajari bisnis, audiens, dan tujuan kamu secara menyeluruh sebelum satu pun konten dibuat.

Strategy

Brief kreatif, kalender konten, dan KPI disusun - arah yang jelas sebelum eksekusi.

Production

Eksekusi dengan standar produksi tinggi dan kontrol kualitas ketat di setiap tahap.

Deliver & Grow

Konten live, monitoring performa, laporan transparan, dan iterasi berdasarkan data.

Yang Kamu Dapatkan

DELIVERABLES

01

Video company profile (2-5 menit)

02

Video teaser untuk media sosial (60-90 detik)

03

Corporate photography (tim, kantor, operasional)

04

Presentasi perusahaan (slide deck)

05

Brand narrative & messaging framework

Investasi

HARGA TRANSPARAN

Esensial

Rp 70 jtHarga Spesial
Mulai Rp 35 jt/ proyek

Video company profile 2-3 menit dengan satu hari shooting dan post-production lengkap.

  • Video 2-3 menit (master 4K)
  • 1 hari shooting (1-2 lokasi)
  • Talking head narasumber + B-roll
  • Color grading sinematik
  • Voice over + sound design
  • Cutdown 60-90 detik untuk media sosial
Konsultasi Gratis
Paling Populer

Sinematik

Rp 150 jtHarga Spesial
Mulai Rp 75 jt/ proyek

Produksi premium dengan drone, multiple location, corporate photography terintegrasi, dan narasi mendalam.

  • Video 3-5 menit (master 4K)
  • 2-3 hari shooting multi-lokasi
  • Drone aerial + gimbal coverage
  • Corporate photography (tim, kantor, ops)
  • Scriptwriting + storyboard
  • Motion graphics & lower-third
  • Subtitle ID + EN
Konsultasi Gratis

Enterprise / Rebranding

Customhubungi kami

Untuk perusahaan yang butuh campaign visual skala besar, multi-video, atau rebranding penuh.

  • Master brand film 5-7 menit
  • Multi-day shooting multi-divisi
  • Serie video per divisi / produk
  • Animasi & VFX (opsional)
  • Slide deck + brand messaging framework
  • Dedicated project manager & creative director
Diskusi Kebutuhan

Panduan Lengkap

Company Profile & Corporate Storytelling: Strategi, Manfaat & Cara Memilih Agency yang Tepat

asa Video Company Profile Jakarta untuk Perusahaan yang Dinilai Sebelum Sempat Bicara

Ada satu momen yang hampir tidak pernah masuk hitungan dalam siklus penjualan: beberapa menit ketika calon klien korporat, investor, atau kandidat senior membuka link profil perusahaan kamu sendirian. Kamu tidak ada di ruangan itu. Tidak ada yang bisa meluruskan kesan yang salah atau menambahkan cerita di balik satu slide. Yang bekerja cuma materi yang sudah kamu kirim, dan sering kali kesan yang terbentuk di situ sudah final sebelum meeting pertama dijadwalkan.

Jasa video company profile Jakarta yang dikerjakan dengan benar bertugas mengisi kekosongan itu. Bukan dengan menampilkan daftar layanan yang bisa dibaca siapa saja di website, tapi dengan membangun kesan tentang bagaimana perusahaan ini bekerja, seberapa serius standarnya, dan kenapa orang di dalamnya layak dipercaya memegang proyek besar. Video profil perusahaan yang bagus melakukan pekerjaan yang biasanya butuh tiga kali pertemuan untuk dicapai.

Tim produksi Sagara Ruang mengerjakan corporate film dan corporate storytelling dari studio in-house di Gading Serpong, melayani klien di Jakarta dan sekitarnya. Portofolio kami banyak berputar di segmen yang toleransi kesalahannya rendah: XPENG, BMW Eurokars, MINI Eurokars, Porsche, Porsche Club Indonesia, Mondial, Gatsby, Pixy, dan Ecotown. Segmen itu melatih satu kebiasaan yang terbawa ke semua proyek company profile kami, yaitu asumsi bahwa penonton pertama materi ini adalah orang yang paling kritis di ruangan.

Kenapa Kebanyakan Video Profil Perusahaan Terasa Kosong

Kalau kamu pernah menonton sepuluh video company profile berturut-turut, kamu akan menyadari pola yang sama: drone shot gedung kantor, pintu kaca yang terbuka, orang berjabat tangan di lobi, montase rapat dengan laptop terbuka, lalu voice over yang menyebut kata komitmen, integritas, dan sinergi. Secara teknis semuanya benar. Secara komersial semuanya gagal, karena tidak ada satu detik pun yang tidak bisa dipakai oleh perusahaan lain di industri yang sama.

Akar masalahnya bukan di peralatan. Kamera dan lensa sudah lama bukan pembatas. Masalahnya ada di tahap sebelum kamera keluar dari tas, yaitu ketika seseorang harus memutuskan argumen apa yang sedang dibangun video ini. Perusahaan logistik yang bangga pada ketepatan waktu butuh video yang terasa presisi dan terkontrol. Perusahaan manufaktur yang menjual konsistensi mutu butuh video yang menunjukkan proses, bukan produk jadi. Startup teknologi yang sedang menggalang pendanaan butuh video yang membuat investor percaya pada tim, karena di tahap awal tim adalah aset yang paling nyata. Tiga kebutuhan itu menghasilkan tiga film yang sangat berbeda, dan tidak ada template yang bisa melayani ketiganya sekaligus.

Ada juga kesalahan yang lebih halus, yaitu memperlakukan company profile sebagai dokumen internal yang kebetulan divideokan. Struktur organisasi, sejarah dari tahun berdiri, daftar penghargaan, sambutan direktur yang panjang. Informasi itu benar, tapi bukan itu yang dicari penonton eksternal. Mereka sedang mencari jawaban atas satu pertanyaan: kalau saya menyerahkan sesuatu yang penting ke perusahaan ini, apakah saya akan menyesal. Materi yang tidak menjawab pertanyaan itu akan ditonton dengan sopan lalu dilupakan.

Corporate storytelling menyelesaikan masalah tersebut dengan memilih satu argumen utama, lalu menyusun seluruh visual, urutan wawancara, dan ritme editing untuk mendukung argumen itu. Sisanya dibuang, atau dipindahkan ke materi lain yang lebih cocok seperti slide deck atau halaman website. Video yang mencoba mengatakan segalanya akhirnya tidak mengatakan apa-apa.

Scope Layanan: Apa yang Kami Kerjakan dalam Proyek Company Profile

Discovery dan penyusunan narasi

Setiap proyek dimulai dari sesi bersama pemilik kepentingan utama, biasanya founder, direktur, atau kepala pemasaran. Yang kami gali bukan sekadar profil perusahaan, tapi hal-hal yang biasanya tidak masuk brosur: keputusan sulit yang pernah diambil, alasan klien terbesar memilih mereka dibanding kompetitor, hal yang paling sering disalahpahami orang luar tentang bisnis ini. Bahan seperti itu yang membuat naskah terdengar seperti perusahaan tertentu, bukan perusahaan pada umumnya. Dari sesi ini keluar messaging framework yang dipakai sebagai acuan semua materi turunan.

Corporate film utama

Ini aset inti yang dipakai di homepage, presentasi, dan pengiriman ke pihak ketiga. Formatnya bisa berbasis wawancara eksekutif dengan B-roll pendukung, bisa juga sepenuhnya visual dengan voice over kalau narasumbernya tidak nyaman di depan kamera. Kami merekam dengan kamera cinema, lensa prime, dan lighting yang dikontrol supaya tampilan tetap konsisten dari satu ruangan ke ruangan berikutnya. Wawancara direkam dengan audio lavalier dan shotgun sekaligus, karena suara yang buruk merusak kredibilitas lebih cepat daripada gambar yang biasa saja.

Versi pendek dan cutdown per kanal

Satu produksi menghasilkan lebih dari satu aset. Dari materi yang sama kami menyiapkan teaser vertikal untuk media sosial, versi pendek untuk cold outreach dan LinkedIn, serta potongan tanpa narasi yang bisa diputar sebagai loop di booth pameran atau layar resepsionis. Ini keputusan yang diambil di tahap perencanaan, bukan di akhir editing, karena pengambilan gambar untuk format vertikal butuh komposisi yang disiapkan sejak di lokasi.

Corporate photography di sesi yang sama

Kalau tim dan lokasi sudah disiapkan, sayang kalau hasilnya cuma video. Fotografer kami bekerja paralel dengan kru video di hari yang sama untuk menghasilkan portrait manajemen, foto tim, dokumentasi fasilitas, dan foto operasional. Keuntungannya bukan cuma efisiensi biaya, tapi konsistensi visual: warna, arah cahaya, dan gaya yang sama antara foto di website dengan video di halaman yang sama.

Motion graphics dan visualisasi data

Perusahaan yang punya angka kuat, cakupan wilayah luas, atau proses yang kompleks sering lebih terbantu oleh animasi daripada rekaman. Peta jaringan distribusi, alur produksi, atau perbandingan kapasitas jauh lebih mudah dipahami dalam bentuk grafis bergerak. Kami mengerjakan ini di tim yang sama, jadi gaya animasinya menyatu dengan gaya filmnya.

Slide deck dan materi turunan

Video jarang berdiri sendiri di meja negosiasi. Deck presentasi yang memakai bahasa visual dan pesan yang sama dengan video membuat seluruh materi terasa berasal dari satu perusahaan yang tertata, sekaligus membuat tim penjualan tidak perlu mengarang narasi sendiri di tiap pertemuan.

Studi Kasus: Bekerja untuk Brand yang Tidak Memberi Ruang Salah

BMW Eurokars dan MINI Eurokars

Brand otomotif global datang dengan panduan visual yang sangat rinci: warna yang sudah ditentukan, tipografi yang tidak bisa diganti, aturan penempatan logo, bahkan preferensi soal bagaimana kendaraan boleh dan tidak boleh ditampilkan. Tantangan kerja di sini bukan soal ide kreatif yang bebas, tapi soal menghasilkan materi yang terasa hidup di dalam batasan yang ketat, sekaligus relevan untuk audiens Indonesia yang selera visualnya tidak identik dengan pasar Eropa.

Pendekatan kami adalah memindahkan sebanyak mungkin keputusan ke tahap pra-produksi.

Pendekatan kami adalah memindahkan sebanyak mungkin keputusan ke tahap pra-produksi. Shot list, referensi, dan treatment disusun rinci sebelum hari syuting, lalu direview internal dengan standar yang kami anggap setara dengan standar principal. Konsekuensinya, hari syuting berjalan seperti eksekusi rencana, bukan sesi eksplorasi. Untuk klien dengan proses persetujuan berlapis, kebiasaan ini yang menghemat paling banyak waktu.

XPENG

XPENG masuk ke Indonesia sebagai nama yang belum dikenal luas. Berbeda dari brand mapan yang tinggal memperkuat persepsi yang sudah ada, materi untuk brand baru harus membangun kredibilitas dari nol sambil tetap terasa mudah didekati oleh calon pembeli yang belum familiar dengan kendaraan listrik.

Pendekatan yang kami ambil adalah menonjolkan bukti yang bisa dilihat mata: kualitas material, detail perakitan, cara teknologinya bekerja dalam pemakaian nyata. Untuk brand yang belum punya rekam jejak lokal, visual yang menunjukkan lebih meyakinkan daripada klaim yang mengatakan. Konsistensi jadi kunci di sini, karena identitas visual brand baru masih rapuh dan gampang goyah kalau tiap materi digarap dengan gaya berbeda.

Porsche dan Porsche Club Indonesia

Segmen ini menarik karena penontonnya bukan orang awam. Komunitas pemilik mengenal produknya jauh lebih dalam daripada rata-rata orang, dan mereka langsung menyadari kalau ada yang digarap asal-asalan. Tantangannya adalah memproduksi materi yang tetap layak untuk audiens seteliti itu, dalam kondisi lapangan yang sering tidak ideal seperti acara komunitas berjadwal padat dengan pencahayaan yang tidak bisa diatur.

Yang kami andalkan di situasi begitu adalah persiapan kru dan disiplin teknis: pembagian peran yang jelas, backup audio, dan kesepakatan sejak awal tentang momen mana yang wajib dapat. Tidak ada kesempatan mengulang di acara yang berjalan sekali.

Mondial, Gatsby, Pixy, dan Ecotown

Di luar otomotif, karakter kebutuhannya berbeda lagi. Brand konsumen butuh materi yang terasa dekat dengan keseharian audiensnya, sementara pengembang properti butuh materi yang menyampaikan skala dan kualitas lingkungan. Yang menyatukan semuanya proses yang sama: satu argumen utama ditentukan di awal, lalu semua keputusan produksi tunduk pada argumen itu.

Proses Kerja: Dari Percakapan Pertama sampai File Final

Tahap 1: Discovery dan penentuan sudut pandang

Sesi ini biasanya berlangsung satu sampai dua kali, melibatkan orang yang benar-benar memegang arah perusahaan. Output tahap ini adalah kesepakatan tentang siapa penonton utama, keputusan apa yang kami ingin mereka ambil setelah menonton, dan argumen apa yang akan dibangun. Tanpa kesepakatan ini, revisi di tahap akhir hampir pasti melebar ke mana-mana.

Tahap 2: Naskah, treatment, dan storyboard

Kami menyusun naskah lengkap dengan arah visual per bagian, daftar narasumber, dan storyboard untuk adegan kunci. Kamu mereview di tahap ini, ketika mengubah sesuatu masih murah. Perubahan struktur cerita setelah syuting selesai adalah jenis revisi paling mahal yang ada di industri ini.

Tahap 3: Recce lokasi dan persiapan produksi

Tim mengunjungi atau meninjau lokasi untuk memeriksa hal yang tidak kelihatan di foto: sumber listrik, tingkat kebisingan, arah cahaya di jam tertentu, area yang tidak boleh direkam karena alasan keamanan atau kerahasiaan. Dari sini disusun call sheet, jadwal per jam, dan daftar kebutuhan dari pihak klien seperti akses, pendamping, dan ketersediaan narasumber.

Tahap 4: Hari produksi

Kru datang lengkap dengan kamera, lighting, audio, stabilizer, dan drone kalau lokasinya memungkinkan. Kami menjalankan hari syuting dengan jadwal yang sudah disepakati supaya gangguan terhadap operasional kantor atau pabrik seminimal mungkin. Wawancara eksekutif biasanya dijadwalkan di jam yang paling tidak menabrak agenda mereka, dan kami menyiapkan pertanyaan pemanasan supaya narasumber yang tidak terbiasa di depan kamera bisa lebih rileks.

Tahap 5: Pasca produksi

Editing, color grading, sound design, voice over, dan motion graphics dikerjakan tim yang sama yang ikut di lapangan. Draft pertama dikirim untuk review, feedback dikumpulkan dalam satu putaran terstruktur, lalu revisi diimplementasikan. Kami lebih memilih feedback yang sudah dikonsolidasikan dari semua pemangku kepentingan sekaligus, karena masukan yang datang berjenjang sering saling bertentangan.

Tahap 6: Delivery

File final diserahkan dalam format yang sudah disepakati: master resolusi tinggi, versi ringan untuk web, cutdown per kanal, dan aset foto siap pakai maupun resolusi penuh. Kalau kamu butuh versi bahasa lain, ini tahap ketika versi tersebut disiapkan dari master yang sama.

Apa yang Sebenarnya Menggerakkan Biaya Produksi

Pertanyaan tentang biaya selalu muncul lebih awal daripada informasi yang dibutuhkan untuk menjawabnya. Yang lebih berguna daripada angka tunggal adalah memahami variabel mana yang benar-benar menggerakkan biaya, supaya kamu bisa mengatur ruang lingkup sesuai prioritas.

Jumlah hari syuting adalah faktor terbesar. Satu hari di satu lokasi jauh berbeda dari tiga hari di tiga kota, karena setiap perpindahan membawa biaya perjalanan, akomodasi kru, dan waktu setup ulang. Kalau anggaran terbatas, memadatkan pengambilan gambar di satu atau dua lokasi yang paling representatif biasanya memberi hasil lebih baik daripada menyebar tipis ke banyak tempat.

Ukuran kru mengikuti kompleksitas adegan. Wawancara dan B-roll operasional bisa dikerjakan tim ramping. Adegan dengan banyak talent, pergerakan kamera yang rumit, atau kebutuhan lighting skala besar butuh kru tambahan dan peralatan yang lebih berat.

Kebutuhan talent juga berpengaruh. Memakai karyawan sendiri sebagai figuran terasa lebih otentik, tapi butuh waktu pengarahan lebih lama. Talent profesional lebih cepat dan lebih terkontrol, dengan konsekuensi biaya casting dan honor.

Intensitas pasca produksi sering diremehkan. Editing lurus dengan color grading standar berbeda jauh dari film yang butuh motion graphics kompleks, visualisasi data, atau elemen tiga dimensi. Tambahan ini kadang bernilai tinggi untuk perusahaan yang produknya sulit direkam langsung, tapi harus diputuskan sadar sejak awal.

Terakhir, jumlah versi turunan. Menambah beberapa cutdown dari materi yang sudah ada relatif efisien. Yang mahal adalah menyadari di kemudian hari bahwa kamu butuh format yang gambarnya tidak pernah diambil. Ini alasan kenapa daftar kebutuhan kanal sebaiknya ditentukan sebelum kamera dinyalakan.

Peralatan dan Perangkat Lunak yang Kami Pakai

Kamera dan lensa: kamera cinema Sony FX series untuk pengambilan utama, didukung bodi mirrorless Sony Alpha untuk unit kedua dan kebutuhan foto. Lensa prime dipakai untuk wawancara dan detail, lensa zoom untuk situasi lapangan yang berubah cepat.

Lighting: kit lighting untuk interior kantor dan area produksi, ditambah panel LED portabel untuk lokasi yang aksesnya terbatas. Untuk wawancara eksekutif, penataan cahaya disiapkan agar konsisten antar narasumber sehingga hasil akhirnya tidak terasa loncat.

Audio: mikrofon lavalier dan shotgun dipakai bersamaan sebagai cadangan satu sama lain, dengan perekaman terpisah dari kamera. Audio wawancara tidak bisa diperbaiki di pasca produksi kalau sumbernya sudah rusak.

Stabilisasi dan aerial: gimbal DJI untuk pergerakan halus di dalam ruangan dan area operasional, drone untuk memperlihatkan skala fasilitas jika perizinan lokasi memungkinkan.

Pasca produksi: Adobe Premiere Pro untuk editing, DaVinci Resolve untuk color grading, Adobe After Effects untuk motion graphics dan visualisasi data, Adobe Audition untuk sound design dan mixing, serta Adobe Lightroom dan Photoshop untuk seluruh materi corporate photography.

FAQ: Jasa Video Perusahaan Jakarta

Bagaimana kalau direksi kami tidak nyaman berbicara di depan kamera?

Ini situasi yang sangat umum dan ada beberapa cara menanganinya. Kami bisa mengubah format wawancara menjadi percakapan santai di luar kamera lalu mengambil kutipan terbaiknya, memakai voice over profesional dengan naskah yang tetap berasal dari wawancara asli, atau menyusun film yang sepenuhnya visual tanpa talking head. Keputusan ini sebaiknya diambil di tahap naskah, bukan di hari syuting.

Apakah syuting akan mengganggu operasional kantor atau pabrik kami?

Kami menyusun jadwal per jam berdasarkan hasil recce dan mengatur urutan pengambilan gambar agar mengikuti ritme kerja kamu, bukan sebaliknya. Untuk area yang sensitif seperti lini produksi atau ruang server, kami butuh pendamping dari pihak kamu dan kesepakatan tertulis tentang apa yang boleh dan tidak boleh masuk frame.

Bisakah syuting dilakukan di beberapa kota atau di fasilitas luar Jakarta?

Bisa, dan cukup sering kami kerjakan untuk klien dengan pabrik atau cabang di luar Jabodetabek. Yang perlu diperhatikan efisiensi rute dan pemadatan jadwal, karena hari perjalanan tetap terhitung hari kerja kru.

Siapa yang memegang hak atas video dan file mentahnya?

Setelah pelunasan, hak penggunaan atas hasil akhir sepenuhnya ada di kamu tanpa batasan kanal. File mentah bisa diserahkan jika diminta sejak awal, karena arsip mentah butuh penyiapan media penyimpanan tersendiri. Kami menyimpan hak menampilkan karya di portofolio kecuali ada perjanjian kerahasiaan yang melarangnya.

Perusahaan kami punya panduan brand yang ketat dari principal global. Apakah itu masalah?

Tidak. Justru itu jenis proyek yang paling sering kami kerjakan. Kami terbiasa bekerja di dalam panduan warna, tipografi, dan aturan penempatan logo yang tidak bisa diinterpretasi bebas, termasuk melalui proses persetujuan berlapis yang mengharuskan submisi pertama sudah rapi.

Apakah videonya bisa diperbarui tahun depan tanpa produksi ulang dari nol?

Bisa, kalau strukturnya dirancang untuk itu sejak awal. Kami biasa menyusun film dengan bagian yang mudah diganti seperti angka pencapaian, nama proyek, atau daftar klien, sehingga pembaruan cukup menyentuh bagian tersebut. Menyimpan proyek editing dan aset grafis dalam kondisi tertata membuat pembaruan berikutnya jauh lebih murah daripada memulai lagi.

Apakah corporate photography benar-benar bisa dikerjakan di hari yang sama?

Ya, dan kami menyarankannya. Fotografer bekerja paralel dengan kru video sepanjang hari produksi. Selain hemat waktu tim kamu, hasilnya lebih konsisten karena penataan cahaya, wardrobe, dan kondisi lokasi persis sama.

Mulai dari Percakapan, Bukan dari Kamera

Company profile adalah salah satu dari sedikit aset pemasaran yang dipakai di hampir semua momen penting: pengajuan tender, pertemuan investor, pameran industri, proses rekrutmen posisi senior, sampai perkenalan dengan calon mitra internasional. Karena dipakai di banyak tempat, kualitasnya berlipat dampaknya. Materi yang meyakinkan bekerja diam-diam untuk kamu berkali-kali. Materi yang biasa saja juga bekerja berkali-kali, tapi ke arah yang berlawanan.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan produksi video profil perusahaan, hal paling berguna yang bisa dilakukan sekarang bukan meminta penawaran, melainkan memperjelas satu hal: siapa penonton yang paling ingin kamu yakinkan, dan keputusan apa yang kamu harapkan mereka ambil setelah menonton. Jawaban atas dua pertanyaan itu menentukan hampir semua keputusan produksi berikutnya.

Lihat halaman portofolio kami untuk contoh kerja yang sudah tayang, atau hubungi tim Sagara Ruang untuk mendiskusikan konteks perusahaan kamu. Konsultasi awal tidak dipungut biaya dan tidak mengikat, dan dari sana kami bisa menyusun rekomendasi format serta ruang lingkup yang sesuai dengan tujuan kamu.

Konsultasi Gratis

Siap mulai? Sagara Ruang menyediakan konsultasi gratis untuk membantu kamu menentukan strategi yang paling tepat. Tidak perlu komitmen - cukup ceritakan bisnis kamu dan kami akan bantu gambarkan langkah pertama yang realistis.

Konsultasi sekarang

FAQ

PERTANYAAN UMUM

Berapa lama proses pembuatan video company profile?+

Rata-rata 3-4 minggu: 1 minggu pre-production (konsep, scripting, storyboard), 1-2 hari shooting, 1.5-2 minggu post-production (editing, color grading, sound design).

Apakah kami perlu menyiapkan script sendiri?+

Tidak perlu. Tim kami akan melakukan discovery session untuk memahami perusahaan kamu, kemudian menyusun script dan storyboard untuk direview dan disetujui sebelum produksi.

Berapa durasi yang ideal untuk video company profile?+

Untuk website dan presentasi: 2-3 menit. Untuk media sosial: 60-90 detik. Untuk pameran atau events: bisa sampai 5 menit dengan konten yang lebih mendalam.

Apakah termasuk subtitle atau terjemahan?+

Kami menyediakan subtitle bahasa Indonesia dan Inggris sebagai add-on. Terjemahan narasi juga tersedia untuk versi bilingual.

Siap Mulai

Mari Mulai

Ceritakan visi kamu. Sagara Ruang siapkan strategi dan proposal yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu.

Konsultasi Gratis Sekarang